Kamis, 20 Desember 2012

ketamansiswaan


DASAR DAN AJARAN HIDUP TAMANSISWA
BAB I
PENDAHULUAN

Dasar merupakan pokok atau pangkal suatu pendapat (ajaran, aturan); asas: ajaran ialah segala sesuatu yg diajarkan; nasihat; petuah; petunjuk: sedangkan tamansiswa adalah sebuah organisai yang didirikan oleh bapak pendidikan yaitu Ki Hajar Dewantara , oraganisasi tersebut bergerak dalam bidang pendidikan ikut berpartisipasi dalam pencerdasan anak bangsa sehingga dapat terwujudnya tujuan pendidikan Indonesia. Satu kata Ki Hajar Dewantara yang dijadikan sebagi semboyan pendidikan Indonesia yaitu tut wuri handayani, maksud dari semboyan tersebut ialah Tut Wuri artinya mengikuti dari belakang dan handayani berati memberikan dorongan moral atau dorongan semangat. Sehingga artinya Tut Wuri Handayani ialah seseorang harus memberikan dorongan moral dan semangat kerja dari belakang. Dorongan moral ini sangat dibutuhkan oleh orang - orang disekitar kita untuk  menumbuhkan motivasi dan semangat.
Jika dirangkum dalm sebuah kalimat maka makna dari judul paper ini ialah pokok atau pangkal suatu pendapat dan nasehat, petunjuk hidup Tamansiswa
Paper ini  akan mengkaji dasar-dasar dari organisasi Tamansiswa dan ajaran hidup yang terdapat dalam tamnsiswa.


BAB II
PEMBAHASAN

PANCA DARMA
            Panca dharma merupakan butir-butir ajaran rujukan pengarahan orientasi hidup dan berkehidupan, sebagai penuntun bagi manusia untuk menentukan visi dan misi hidupnya. Dasar dari Tamansiswa ada lima dan dasar tersebut tercermin dalam panca darma. Pancadarma tersebut adalah 
  1. Kodrat alam
Sebagai perwujudan kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa mengandung arti; bahwa pada hakekatnya manusia sebagai mahluk Tuhan adalah menjadi satu dengan alam semesta ini. Karena itu manusia tidak dapat lepas dari kehendak huku kodrat alam, bahkan manusia akan mengalami kebahagiaan jika ia dapat menyelaraskan diri dengan kodrat alam, bahkan manusia akan mengalami kebahagiaan jika ia dapat menyelaraskan diri dengan kodrat alam, yang mengandung segala hukum kemajuan.
  1. Dasar kemerdekaan
Mcngandung arti, bahwa kemerdekaan sebagai karania Tuhan manusia yang membenkan kepadanya " Hak untuk mengatur dirinya sendiri", Dengan selalu mengingat syarat tcrtib damainya hidup bermasyarakat. Karena itu kemerdeksan diri harus diartikan "swadisiplin” atas dasar hidup yang luhur, baik hidup sebagai individu maupun anggota masyarakat. Kemerdekaan harus menjadi dasar untuk mengembangkan pribadi yang kuat dan sadardalam suasana keseimbangan dan keselarasan dengan kehidupan bermasyarakat. 
  1. Dasar kebudayaan
Mcngandung arti, keharusan untuk memelihara nilai dan bentuk kebudayaan Nasional dalam memelihara kebudayaan nasional itu, yang pertama dan utama ialah membawa kebudayaan nasionl kearah kemajuan. yang sesuai dengan kcmajuan masyarakat, dan kcmajuan dunia guna kepentingan hidup rakyat lahir dan batin sesuai dengan perkembangan alamn dan zaman.
  1. Dasar kebangsaan
Mengandung arti, adanya rasa satu bangsa dalm suka dan duka, dan dalam kehendak mencapai kebahasiaan lahir dan batin seluruh bangsa. Dasar kebangsaan tidak boleh bertentangan dengan dasar kemanusiaan, bahkan harus mcnjadi sifat, dasar dan laku kemanusiaan yang nyata, dan karenanya tidak mengandung rasa permusuhan terhadap bangsa-bangsa lain.
  1. Dasar kemanusiaan
Mengandung arti, bahwa kemanusiaan itu darma setiap manusia yang timbal dan keluhuran akal budinya. keluhuran akal budi menimbulkan rasa dan laku cinta kasih tcrhadap sesama manusia dan sesama nmbluk Tuhan, yang melimpah alam semesta . Karena itu rasa dan laku cinta kasih harus tampak pula sebagai tekad untuk berjuang melawan segala sesuatu yang merintangi kemajuan yang selaras dengan kehendak alam.


AJARAN HIIDUP TAINIANSISWA
  1. Asas Tamansiwa 1922
Merupakan inti ajaran Ke Tamansiswa an, menjadi idiologi Anggota-Anggotanya yang berkewajiban umuk merealisasikan. Digunakan sebagai pedoman dalam mclaksanakan pendidikan Tamansiswa Asas ke 7 meupakan janji/niat pengabdian para pamong  Tamansiswa dalam mengemban tugas yang dilaksanakan. Asas ke tujuh tersebut ialah
Dengan tidak terikat lahir dan batin, serta kesucian hati, berniatlah kita berdekatan kita dengan sang anak. Kita tidak menrima  sesuatu hak, akan tetapi menyerahkan diri untuk berhamba pada sang anak.   
  1. Hidup Merdeka
Tidak hanya bebas dari penguasaan orang lain, akan tctapi berarti juga sanggup dan kuat untuk berdiri sendiri tidak tergantung pada pertolongan orang lain. Hidup merdeka merupakan hak diri yang di dasarkan atsaajaran agama, bahwa menetapkan manusia dengan dasar-dasar yang sama baik hak maupun kewajibannya.
  1. Sistem Among
Sebagai realisasi dan asas kemrdekaan diri tertib damainya masyarakat, atau demokrasi dan pimpinan kebijaksanaan dengan laku " Tut wuri Handayani. Among (mengemong); berarti memberi kebebasan pada anak didik dan pamong akan bertindak bila anak didik akan berbuat / melakukan tindakan yang membahayakan keselamatnya. Dalam keadaan biasa pimpinan harus tegas, anggowta/ anak didik harus tunduk pada pimpinan yang berlaku, kedudukan pimpinan di alas peraturan yang berlaku.
Sisiem Among ialah cara pendidikan yang dilakukan Tamansiswa, yang mcwajibkan para pamong agar mengikuti dan mcmentingkan kodrat pribadi anak didik dan tidak mclupakan pengaruh-pengaruh yang mclingkunginya.
  1. Hidup hemat dan sederhana
Merupakan konsekuensi dari keinginan untuk merdeka dan melaksanakan " Sistem opor bebek " ( "mateng soko awake dewek"), menetukan tekat yang kuat dan kesanggupan menahan tekanan hidup serta keberanian untuk hidup hemat dan sederhana. Hidup hemat dan sederhana tidak hanya mengenai materi (perbelanjaan) tetapi juga mengenai segala aspek kehidupan dalam bentuk tingkah laku dan gagasan-gagasan yang perwujudanya dari kepribadian bangsa.  
  1. Adat Istiadat
Segala kebiasaan (adat) yang timbal dengan sengaja atau tidak sengaja yang kemudian diakui sebagai peraturan dan ditaati dalam  pelaksanaannya. Adat istiadat berlaku dalam hidup tiap-tiap golongan manusia terdorong oleh kemauan untuk menciptakan hidup yang tertib damai, agar dapat hidup salam dan bahagia.
Adat yang berlaku dikalangan Tamansiswa antara lain:
a)      Mcnggunakan istilah-istilah sendiri
Hal ini dimaksudkan guna menjaga agar kita tidak jatuh pada kebiasaan meniru cara-cara yang menurut sistem kita sebenarnya tidak benar/sesuai.
b)      Sebutin Ki, Nyi dan Ni
Ki untuk pamong laki-laki ; Nyi untuk pamong wanita yang telah bersuami ; dan Ni untuk pamong wanita yang belum bersuami. Hal ini untuk melaksanakan demokrasi dalam hidup sehari-hari, dengan demikian anggota/ pamong Tammisiswa dengan suka rela menanggalkan gelar kebangsawananya; sepert:
Raden Mas, Raden Ajeng, Teungku dan lainnya dan mengantinya dengan scbutan Ki, Nyi dan Ni.
c)      Melenyapkan hubungan majikan-buruh
Untuk meletakkan dasar hidup kekeluargaan bebas dari kelompok-kelompok atau golongan menuju satu masyarakat. Pengunaan istilah Kepala diganti dengan Ketua Perguruan , pcgawai diganti dengan staff dan gaji ganti dengan istilah nafkah.
d)      Melaksanakan urusan kekeluargaan
Pada awalnya peraturan untuk memelihara hidup kekeluargaan tidak bersandar pada peraturan tertulis, tetapi merupakan adat istiadat, pada akhirnya merupakan peraturan yang tertulis. Dcngan demikian pelaksanaan peraturan dalam organisasi Tamansiswa tidak hanya secara organisatoris akan tctapi juga organis. Organisatoris artinya; menurut peraturan yang ada, sedang organis artinya ;hidup. Jadi maksudnya: dalam pemakaian peraturan tidak selamarrya harus kaku, ada saat-saat memakai unsur manusiawi.
e)       Sebutan bapak dan ibu
Untuk sebutan Bapak-bapak guru dan Ibu-ibu guru, Tamansiswa memakai istilah pamong guru, bukan hanya bersifat, tetaptmenempatkannya sebagai prinsip dalam kehidupan sehari-hari sehingga bapak pamong maupun ibu pamong disamping menjadi guru juga menjadi /sebagai bapak atau ibu. Adat ini belum pernah tertulis akan tetapi telah dipergunakan secara meluas dilingkungan Tamansiswa.
f)       Pengertian " demokrasi dan leadership"
Untuk menghindari demokrasi secara barat, yang terkenal dengan perbandingan suara terbanyak, tetapi demokrasi harus ditempatkan dibawah pimpinan kebijaksanaan, yang bertahan dengan asas tertib damainya persatuan.
g)      SBII yaitu : Sifat bentuk isi dan irama
Sebagai pedoman dalam mengembangan Tamansiswa mengikuti perubahan dan kemajuan alam dan zaman,.. Asas; dasar dan tujuan tidak boleh berubah sampai kapan pun, sedang SBII dapat disesuikan dengan keadaan, waktu dan tempat (disesuaikan dengan situasi dan kondisi).
Sifat/sikap : sikap non kooperatif yang dilakukan terhadap pemerintah kolonial dulu diganti dengan sikap kooperatif dan konsultatif ( kerja sama dan konsultasi), dalam rangka membantu pemerintah Republik Indonesia.

Isi: harus selalu ditingkatkan, yaitu isi pmdidikatim harus selalu ditingkatkan dengan kemajuan selama tidak menyimpang dari asas, dasar dan tujuan Tamansiswa. Isi pendidikan yang telah tidak sesuai dengan adat istiadat, alam dan zaman dapat ditingkatkan dan diganti dengan yang baru sesuai dengan kemajuan zaman.
Irama : bagaimana caranya Tamansiswa melakukan usaha. Tamansiswa perlu menyesuaikan dirinya dengan keadaan masyarakat dan negara

Pertanggung jawaban :
Menjadi kewajiban dari seorang permimpin yang memengang wewenang atau kepemimpinan. Pemimpin harus mempertanggungjawabkan tcrtib,laku dan kewajibannya yang teiah dilakukannya. Wajib memberikan ketcrangan yang memuaskan kepada mereka yang member kuasa kepcmimpinan padanya.
Pertanggungjawaban adalah konsekwensi dari hak yang diberikan pada seseorang yang disebutkan " dimana ada kemerdekaann, disana harus ada disiplin yang kung ( Swadisiplin).


BAB III
PENUTUP

 Kesimpulan
            Tamansisawa yang merupakan sebuah organisasi yang bergerak dibidang pendidikan mempunyai dasar-dasar  dan ajaran hidup yang kuat dalam organisasinya. Dasar-dasar dari Tamansiswa tercantum dalam Panca darma yaitu
  1. Kodrat alam
  2. Dasar kemerdekaan
  3. Dasar kebudayaan
  4. Dasar kebangsaan
  5. Dasar kemanusiaan
Orgsanisasi Tamansiswa juga mempunyai ajaran-ajaran yang berlaku bagi anggota-anggotanya dan bagi mereka yang ingin mengikuti jalan oraganisasi ini. Ajaran hidup Tamansiswa tersebut ialah
  1. Berdasar pada asas Tamansiswa 1922
  2. Hidup merdeka
  3. Sistem among
  4. Hidup hemat dan sederhana
  5. Menggunakan adat istiadat yang berlaku di Tamansiswa yaitu:
a.       Mengunakan istilah sendiri
b.      Sebutan Ki,Nyi, dan Ni
c.       Melenyapkan hubungan majikan-buruh
d.      Melaksanakan urusan kekeluargaan
e.       Sebutan bapak dan ibu
f.       Pengertian demokrasi dan leadership
g.      SBII : sifat bentuk isi dan irama

 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar